Sudah lama tidak dilihat keberadaannya mengiringi sapi sapi di pengembalaan Padang Mengatas, akhir tahun 2020 kemaren, sekawanan predator itu muncul kembali. Kemunculan dan kehilangannya tentu menjadi pertanyaan bagi kita. Menurut cerita pegawai senior BPTU, dulu predator itu banyak ditemukan di areal padang pengembalaan, namun tidak tahu sebabnya mereka menghilang tidak diketahui kemana perginya tapi saat ini muncul kembali.

Kedatangan sang predator itu, membawa berkah bagi ternak sapi di Padang Mengatas. Ternak merasa nyaman begitupun sang predator merasa senang karena banyak makanannya. Mereka saling memberikan manfaat, sang predator kutu si burung jalak mendapatkan kutu yang hinggap di badan sapi, sedangkan sapi merasa nyaman karena kutu yang menyebabkan gatal dimakan si burung jalak, inilah yang disebut dengan simbiosis mutualisme.

Burung jalak/ starling sudah dikenal banyak orang, di Indonesia terdapat 20 jenis burung jalak diantaranya jalak suren, jalak kebo, jalak Nias, jalak Bali, jalak putih, jalak sutra, jalak mawar, jalak brahmana, dan lain sebagainya. Burung jalak yang muncul di Padang Mengatas merupakan jalak kebo dengan nama latin Acridotheres Javanicus. Cirinya bulu bewarna hitam, paruh runcing tajam bewarna orange dan kaki bewarna orange.

Kemunculan sekawan burung jalak di Padang Mengatas tersebut, tentu memberikan manfaat dalam penanggulangan parasit kutu (caplak) khusunya bagi ternak sapi yang digembalakan di padang pengembalaan. Caplak menjadi salah satu parasit yang sering menggangu pada sapi sapi eksotik atau sapi sub tropis yang dikembangkan di daerah tropis. Tidak hanya menyerang sapi di Padang Mengatas, ternyata caplak juga banyak ditemukan pada ternak masyarakat, beberapa peternak yang pernah penulis wawancarai mereka merasa kewalahan membasmi caplak pada ternaknya. Untuk mengurangi caplak mereka ada yang menggunakan pestisida, kapur ajaib dan ada juga deng air tembakau serta ada juga dengan menyiram kandang sapi mereka dengan air panas sehingga caplak yang jatuh ke lantai dan yang bersembunyi diselah selah akan terkena air panas tersebut.

Penanganan caplak memang agak sulit, ketika datang masanya atau siklusnya. Beberapa penanganan dilakukan melalui penyemprotan/spraying dan pencelupan/dipping. Namun terkadang caplak juga resisten terhadap jenis obat tertentu sehingga pemberiannya menjadi sia sia.

Kedatangan burung jalak di padang pengembalaan dapat membantu mengurangi kutu/ caplak yang mengganggu kenyamanan sapi bahkan bisa menjadi awal penyebab parasit darah. Untuk itu keberadaan burung jalak di Padang Mengatas harus dilindungi dan diberikan kenyamanan untuk berkembang biak sehingga populasinya semakin berkembang. Perburuan burung di areal Padang Mengatas harus dilarang, dengan memperbanyak papan peringatan terutama diareal yang sulit untuk dipantau.

Semoga kehadiran burung jalak di BPTU HPT Padang Mengatas membawa berkah, yang mesti harus dijaga dan disyukuri, Allah SWT sudah mengirimnya kembali kedalam habitat padang pengembalaan Padang Mengatas. Begitupun bagi sijalak, adanya larangan menembak dan menangkapnya juga menjadi berkah baginya.

Legusa, 8 Januari 2021
Al Hendri

By admin

3 thoughts on “Sang Predator Muncul lagi di Padang Mengatas”

Tinggalkan Balasan

Kontak WhatsApp : +62 821-6906-4719