Kegiatan pemeriksaan kebuntingan (PKb) sudah menjadi aktivitas rutin bagi karyawan BPTU HPT Padang Mengatas yang dilakukan setiap bulannya. PKB dilakukan untuk melihat kondisi kebuntingan pada induk induk sapi, apakah induk dalam keadaan bunting atau tidak serta melihat umur kebuntingannya.

Di tahun 2021 ini bertepatan pada hari Kamis 7 Januari kegiatan PKb diawali dibagian Timur Padang Mengatas. Istilah timur tidak menjadi asing lagi bagi Pegawai Padang Mengatas, karena timur merupkan lokasi pemeliharaan sapi Pesisir, ketika disebut timur maka sudah pasti pikiranya sudah ke Sapi Pesisir. Sapi Pesisir merupakan jenis sapi lokal yang berasal dari Sumatera Barat. BPTU HPT Padang Mengatas sudah melakukan pemurnian Sapi Pesisir sejak tahun 2013, karena sapi pesisir yang terdapat di masyarakat sudah banyak terjadi inbreeding sehingga produktivitasnya menjadi rendah.

Pemeliharaan Sapi Pesisir di Padang Mengatas dengan sistem dilepaskan di padang pengembalaan untuk sapi betina sedangkan yang jantan dikandangkan. Semenara itu sistem perkawinan dengan kawin alam atau menggunakan pejantan dengan porposi 1 pejantan untuk 10 ekor betina.

Dengan sistem perkawinan langsung dengan pejantan di padang pengembalaan, tidak diketahui kondisi kebuntingan ternak sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kondisi kebuntingannya. Melalaui pelaksanaan PKb akan diketahui kondisi kebuntingan ternak apakah dalam keadaan bunting, berapa lama umur kebuntingannya atau sapi tidak dalam keadaan bunting.

PKb dilakukan oleh para tenaga teknis yang profesional dibidang reproduksi ternak dalam hal ini dilakukan oleh Fungsional Pengawas Mutu Bibit Ternak. Para petugas dapat menentukan kondisi kebuntingan dan umur kebuntingan. Dengan diketahuinya kondisi kebuntingan maka akan dapat diprediksi kelhiran ternak setiap bulannya dan bagi induk sapi yang tidak bunting akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi reproduksinya.

Para fungsional Pengawas Mutu Bibit Ternak bekerja sama untuk melakukan kegiatan PKb. Pada kegiatan PKb Sapi Pesisir diawal tahun ini dilakukan oleh Koordinator Wasbitnak Rifqi Elfajri, S.Pt, M.Pt dan anggotanya Ir. Eliza Fujiaty, Salmon Efendi, SST, Dika Muharam, S.Pt, Pradekita, S.Pt, Vivi Misriani, S.Pt, Wahyuni, Amd, Embri Eci dan Ramulis. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Dr. Hary Suhada, S.Pt, M.Sc, selaku Wasbitnak Madya di BPTU HPT Padang Mengatas. Beliau mengatakan kegiatan PKb dilakukan setiap bulanya untuk sapi pesisir dan sapi eksotik simental dan limosin. Selanjutnya dikatakan kegiatan PKb tersebut akan dapat melihat kondisi reproduksi ternak dan umur kebuntingan ternak sehingga akan dapat diprediksi jumlah kelahiran ternak.

Dalam rangka untuk memberikan pengetahun kepada para mahasiswa atau pelajar yang melakukan Kerja Praktek Lapang/ Magang di BPTU HPT Padang Mengatas juga diberikan kesempatan untuk melakukan palpasi rektal sebagai pengenalan teknik-tekni PKb secara teknis. Dalam kesempatan ini mahasiswa yang mengikuti berasal dari Fakultas Peternakan Unand, Unja dan UGM. Mereka meresa senang dilibatkan dalam kegiatan tersebut karena dapat menambah pengetahuan keteknisan dibidang reproduksi ternak. (al)

By admin

Tinggalkan Balasan

Kontak WhatsApp : +62 821-6906-4719