Lawatan Kepala Badan Perencanaan Nasional (BAPPENAS)/ Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Dr (HC) Ir. Suharso Monoarfa ke Sumatera Barat dalam rangka kunjungan kerja yang dilaksanakan selama 3 hari yang dimulai sejak hari Kamis s.d Sabtu tanggal 8 – 10 April 2021. Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional tersebut mengunjungi beberapa lokasi di Sumatera Barat. Salah satu lokasi yang menjadi tujuan kunjungan tersebut adalah Balai pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Padang Mengatas. BPTUHPT Padang Mengatas merupakan salah satu Unit Pelaksana teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan hewan (Ditjen PKH) kementerian pertanian.

Kunjungan yang dilaksanakan selama hampir 2 jam tersebut diisi dengan beberapa kegiatan antara lain kunjungan kelapangan (peternakan) melihat populasi dan potensi wilayah di BPTUHPT Padang Mengatas tersebut. BPTUHPT Padang Mengatas sendiri memiliki luas areal mencapai 280Ha dengan populasi mencapai 1300 ekor, yang terdiri dari wilayah padang pengembalaan, kebun rumput dan lokasi perkandangan serta perkantoran.

Selama kunjungan kerja diBPTUHPT Padang Mengatas, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional tersebut didampingi langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr.Ir. Nasrullah, M.Sc, Direktur Perbibitan Ir. Sugiono, MP, Kepala BPTUHPT Padang Mengatas, Drh. Gigih Tri Pambudi, MM. Selain itu kunjungan tersebut  juga dihadiri oleh Bupati  kabupaten Lima Puluh Kota beserta jajaran.

Dalam presentasi dihadapan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Dirjen PKH Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc menyampaikan bahwa terdapat  5 (lima) balai  pembibitan sapi potong dibawah Kementerian Pertanian,  4 (empat) diantaranya berada di Pulau Sumatera yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Masing-masing balai pembibitan tersebut ditugaskan untuk menghasilkan bibit sapi unggul untuk meningkatkan populasi sapi nasional.

Selain itu dirjen PKH juga menjelaskan bahwa hampir 39% kebutuhan daging sapi nasional kita masih harus dipenuhi dari impor, oleh karena itu diperlukan upaya percepatan peningkatan populasi sapi nasional agar impor bisa ditekan.

Dalam kesempatan yang sama kepala BPTUHPT Padang Mengatas juga menyampaikan bahwa BPTU seharusnya tidak hanya menghasilkan bibit yang berkualitas, namun kedepan BPTUHPT ini diharapkan bisa menjadi wisata edukasi yang maju, mandiri dan modern, tentu dengan sentuhan teknologi didalamnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa saat ini jenis sapi yang dikembangkan mayoritas adalah sapi Simmental, Limousin, Pesisir dan terdapat beberapa populasi Belgian Blue. (RE)

By admin

Tinggalkan Balasan

Kontak WhatsApp : +62 821-6906-4719