Dalam rangka pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi rencana kerja pemerintah (RKP) dengan tujuan mendiskusikan permasalahan pembibitan sapi sebagai salah satu komoditas yang turut berkontribusi terhadap inflasi, serta upaya antisipasi pengendalian lonjakan harga sapi di pasaran, pada tanggal 22 Oktober 2014 Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) melalui Direktorat Jenderal Keuangan Negara dan Analisis Moneter melaksanakan kunjungan ke BPTUHPT Padang Mengatas secara langsung. Rombongan yang berjumlah 12 orang tersebut langsung di sambut oleh kepala balai (Ir. Sugiono, MP) berserta Kasi dan Kasubag. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas terkait permasalahan inflasi yang mengakibatkan terjadinya lonjakan harga sapi maupun harga daging sapi di pasaran yang terus merangkak naik.

Pertemuan yang berlangsung hampir 7 jam tersebut membuahkan pembahasan-pembahasan yang dinilai layak untuk di lakukan pembahasan secara fokus untuk menghadapi kenaikan harga antara lain :

  1. Penyebab terjadinya kenaikan harga sapi terdampak akibat tingginya biaya transportasi untuk pengangkutan sapi. Minimnya  sarana pengangkutan dan lamanya waktu yang di butuhkan untuk mengangkut seekor ternak antar daerah mengakibatkan terjadinya penambahan biaya yang dikeluarkan peternak atau pembeli untuk ongkos penjualan. Minimnya infrastruktur yang mendukung kemudahan pengangkutan sapi merupakan poin penting pemerintah dalam mengatasi permasalah tersebut. Faktor penyebab terjadinya kondisi tersebut dikarenakan belum tersedianya sarana transportasi massal untuk ternak. Faktor kondisi jalur distribusi belum memadai, sehingga kedepan di perlukan penyediaan infrastruktur transportasi massal untuk mengangkut sapi dari peternak ke pasar ternak.
  2. Sistem pemeliharaan sapi di peternak sampai saat ini umumnya masih bersifat tradisional (jumlah kepemilikan sedikit dan masih sebagai usaha sampingan). Kondisi ini rata-rata di sebabkan oleh minimnya lahan sehingga berdampak terhadap daya tampung ternak.   Lahan yang sedikit tersebut membuat sistem pemeliharaan menggunakan sistem intensif (dikandangkan). Sistem ini membutuhkan tenaga kerja lebih banyak dibandingkan dengan sistm pemeliharaan ekstensif (digembalakan). Pemeliharaan sistem intensif tersebut menjadikan biaya pemeliharaan mahal kerena peternak harus mengeluarkan biaya lebih untuk penyediaan pakan dalam pemenuhan kebutuhan ternak. Penyediaan pakan alternatif dengan biaya pembuatan lebih murah serta mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak merupakan salah satu solusi untuk menurunkan ongkos produksi dalam penyediaan pakan sehingga harga sapi menjadi terkontrol dan terjangkau di pasaran tanpa mengurangi keuntungan peternak kecil.
  3. Bantuan pemerintah untuk peternakan masih kecil dibandingkan dengan usaha pertanian lainnya dan akses peternak ke bank masih sulit.  Kredit-kredit melalui bank seperti KUPS, KKPE dan lain-lain masih sulit di dapatkan oleh peternak karena harus memakai agunan di samping juga di kenakan bunga, dibandingkan negara lain seperti Thailand peternak di berikan kredit tanpa bunga dan peternak juga mendapat pembinaan untuk keberhasilan usahanya. Sehingga kedepan diperlukan perhatian pemerintah terhadap peternakan, salah satu fokus pembahasan pemerintah adalam melakukan bantuan kredit tanpa bunga.
  4. Momen perayaan keagamaan seperti lebaran IDUL FITRI,IDUL ADHA, NATAL dan tahun baru ikut yang menyebabkan kebutuhan daging di pasaran melonjak tinggi sementara ketersediaan daging tidak mencukupi, kondisi tersebut sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk mempersiapkan serta membina  semua stekholder dalam persiapan penyediaan daging sapi untuk konsumen.

Selain melaksanakan diskusi, rombongan juga menyempatkan untuk melihat secara dekat sistem peternakan pasture grazing yang di aplikasikan oleh BPTUHPT Padang Mengatas. Selain itu sesuai dengan kepedulian terhadap hijaunya alam yang selalu di upayakan oleh BPTUHPT Padang Mengatas, rombongan juga mendapatkan kesempatan untuk menanam pohon dilokasi “Hijau” BPTUHPT Padang Mengatas

By admin

39 thoughts on “Kunjungan Kerja BAPPENAS”
  1. … [Trackback]

    […] There you can find 14709 additional Info to that Topic: bptupadangmengatas.com/kunjungan-kerja-bappenas/ […]

Comments are closed.

Kontak WhatsApp : +62 821-6906-4719