TERAPKAN MANAJEMEN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA,

MENPAN-RB RI KUNJUNGI BPTU-HPT PADANG MENGATAS

 

Padang Mangatas,  Sumatera Barat, Untuk meningkatkan SDM Aparatur Sipil Negara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Dr. H. Asman Abnur, SE, M.Si yang didampingi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Drh. I Ketut Diarmita, MP melakukan kunjungan kerja ke Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas Provinsi Sumatera Barat pada hari Jumat 13 Oktober 2017.

 

Menpan RB  menyampaikan beberapa hal antara lain, pertama saya ingin menyampaikan kehadiran saya bahwa  saya ingin merubah orientasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sekarang kita sebut berdasarkan UU Aparatur Siipil Negara  No.5 tahun 2014 yaitu ASN,  sesuai bidang tugas yang saya lakukan kita harus mereport yaitu merubah dari sesuatu yang sudah baik menjadi lebih baik lagi atau sesuatu yang belum produktif menjadi produktif. Maka dari itu saya konsen karena Menta sering saya berdialok kepada beliau . Terakhir kami sedang memikirkan bagaimana kedepan urusan pangan itu tdk menjadi kendala bagi Indinesia. Karena kita sudah bicara gula, beras, daging selalu kita bermasalah, maka dari itu kami sdh sepakat untuk membentuk yang namanya Badan Pangan Nasional dengan tujuan agar lebih terpola lagi dalam pengelolaan kebutuhan pangan kita,ungkapnya

 

Sementara Dirjen PKH yang diwakili oleh Kepala BPTU-HPT Irwandi mejelaskan bahwa Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI yang berada di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, pembentukanya memiliki sejarah panjang dalam perubahan nama. Sejak tahun 1916 bernama Sapi Zebu, tahun 2012 bernama BPTU Sapi Potong dan tahun 2013 sampai sekarang berubah nama menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) dan ini berlaku untuk balai dibawah Ditjen PKH di seluruh Indonesia berdasarkan Permentan No 56/PERMENTAN/OT.140/J-2013 tanggal 24 Mei 2013 tentang Struktur dan Organisasi BPTUHPT Padang Mengatas. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya BPTUHPT Padang Mengatas merupakan Unit Pelaksana Teknis yang berada dibawah dan bertanggung jawab pada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI. Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas berfungsi sebagai penghasil bibit sapi potong dan hijauan pakan ternak dalam rangka mendukung program Direktorat Jenderal Peternakan dan Keswan Kementerian Pertanian RI yaitu Upsus Siwab. BPTUHPT Padang Mengatas  memiliki luas areal 280 ha dengan sertfikat hak pakai Nomor: P.5 tahun 1997.

“Sejak tahun 2013 sampai sekarang namanya menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) dengan luas arel 280 ha”,ungkap Kepala Balai saat menjelaskan profil

Lebih lanjut Irwandi menjelaskan visi dan misi dari BPTUHPT padang mengatas. Visinya adalah menjadi  pusat  penghasil  bibit sapi  potong unggul nasional, sedangkan misinya antara lain meningkatan populasi  bibit potong, meningkatkan produksi dan produktivitas bibit sapi potong, menyediakan bibit sapi potong unggul yg bersertifikat, melakukan  distribusi bibit sapi potong unggul, meningkatkan kualitas SDM aparatur dan pelaku usaha sapi  potong, melaksanakan pelayan teknis dan jasa dibidang sapi potong, dan menerapkan inovasi teknologi sapi potong. Mottonya adalah “excellent breeds is our priority

Populasi Sapi Potong pada tahun 2015 sebanyak 948 ekor, tahun 2016 sebanyak 1063 ekor, dan tahun 2017 sebanyak 1387 ekor. Pertambahan populasi tersebut dari tahun ke tahun dapat disimpulkan bahwa persentase petambahan populasi  meningkat dengan capaian 20,95 % pertahun. Pelestarian sumber daya genetik sapi lokal seperti sapi pesisir yang mempunyai daya tahan tubuh terhadap beberapa jenis penyakit, tahan terhadap ektoparasit, tahan terhadap pakan berkualitas buruk, dan bisa beradaptasi baik dengan kondisi lingkungan yang marginal.

Leave a Reply